Disnak Gagalkan Penyeludupan Sapi Betina

Jum`at, 21 Oktober 2016 admin General 191 Views
Disnak Gagalkan Penyeludupan Sapi Betina

Sebanyak 19 ekor sapi dan kerbau betina produktif hendak diselundupkan keluar daerah digagalkan. Belasan induk ternak itu diamankan dari Kapal Duta Kencana di Pelabuhan Bima, Rabu (11/10).

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bima Ir Baharuddin mengatakan, mengirim sapi dan kerbau betina keluar daerah jelas dilarang. Hal itu telah diatur melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 25 Tahun 2009.

”Kita sangat tegas melarang sapi dan kerbau betina dikirim keluar daerah. Karena akan mengancam populasi ternak di daerah,” terangnya pada Radar Tambora, kemarin.

Ditegaskan, larangan menjual induk ternak lintas provinsi itu sudah lama. Bahkan, pihaknya selalu sosialisasikan ketentuan itu kepada peternak maupun pedagang.

”Kita sudah wanti-wanti agar tidak ada ternak betina usia produktif dikirim keluar daerah. Biarkan yang betina itu menjadi induk,” terangnya.

Untuk tahun ini sebut Baharuddin, sudah dua kasus penyeludupan induk ternak berhasil digagalkan. Kasus pertama, pemilik dan pedagang menandatangani surat pernyataan, tidak mengulangi perbuatan mereka.

”Kerbau yang diamankan saat itu kita tahan sampai dibuat surat pernyataan. Kita buat kesepakatan agar kerbau betina diganti dengan kerbau jantan,” beber Baharuddin.

Sementara kasus yang kedua kata dia, baru diamakan di kantor dinas setempat. Belum diketahui siapa pemiliknya.
”Kita belum dapat keterangan dari pemilik ternak. Tapi, yang jelas sapi dan kerbau betina kita larang dibawa keluar daerah,” tegasnya.

Sebanyak 19 ekor ternak betina itu katanya, akan dibawa ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Itu berdasarkan pengakuan buruh kapal yang akan mengangkut ternak tersebut.

”Ternak ini kita sita dulu. Nanti akan diproses lebih lanjut oleh PPNS Disnak,” terangnya.

Menurut Baharuddin, kasus penyeludupan induk ternak tidak bisa dibiarkan. Karena akan mengancam populasi ternak di Bima.

Data tahun 2015, populasi ternak sapi sebanyak 170.000 ekor. Sementara populasi kerbau menurun drastis.
”Kalau populasi sapi kita masih aman. Kecuali kerbau, terus menurun,” pungkasnya. (dam)