Warga Bima Gugat Taman Nasional Komodo

Jum`at, 21 Oktober 2016 admin General 399 Views
Warga Bima Gugat Taman Nasional Komodo

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Bima menjadi saksi pada sidang gugatan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT. Sidang tersebut berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Manggarai Barat, Kamis (29/9).

”Saya dipanggil sebagai saksi ahli. Untuk menjelakan dokumen dan ciri kerbau milik penggugat H Hasan Abu Jaya,” ungkapnya pada Radar Tambora, kemarin.

Kata dia, dari temuan pihaknya setelah melakukan pemeriksaan dokumen dan survey lapangan. Kerbau milik penggugat benar ada di padang savana Taman Nasional Komodo.

”Sudah jelas kerbau itu milik penggugat. Banyak bukti pendukung, seperti cacah jiwa maupun ciri-ciri yang lain,” terangnya.

Ia menjelaskan, langkah hukum ditempuh penggugat. Karena sebelumnya pihak Taman Nasional Komodo tidak mengizinkan Kerbau itu diambil. Alasannya, Kerbau tersebut sudah lama berada di kawasan taman nasional.

”Kerbau itu masih ada, populasinya bertambah sekitar seribu lebih ekor. Karena waktu hilang, jumlahnya sekitar 545 ekor,” sebutnya.

Ridwan, kuasa hukum penggugat mengatakan, kerbau milik penggugat berimigrasi ke Taman Nasional Komodo sejak tahun 1960 hingga tahun 2000. Kerbau tersebut bermigrasi karena Gunung Sangiang sering meletus.

”Kerbau klien saya ini awalnya dilepas di Gunung Sangiang. Karena sering meletus, kerbau tersebut migrasi ke Pulau Komodo,” gambarnya.

Awalnya H Hasan Abu Jaya mengira kerbau tersebut hilang dicuri orang. Setelah bertahun-tahun mencari, kemudian dapat informasi dari warga asal Sumba, NTT.

”Warga Sumba menyebutkan cirri-ciri kerbau yang ada di kawasan savana Pulau Komodo,” sebutnya.
Menurutnya, tahun 1960 kliennya memiliki 545 ekor kerbau yang dilepas di Gunung Sangiang. Namun, jumlah terus berkurang hingga tersisa sekitar 200 ekor.

”Sebelum kita ajukan gugatan pada Pengadilan Negeri Manggarai Barat. Kita sudah mengecek fisik dan cacah jiwa kerbau tersebut,” ujarnya.

Ridwa berharap, putusan PN Manggarai Barat berpihak pada kliennya.

”Sidang putusan pekan depan ini. Kita minta do’a dan dukungan teman-teman,” pungkasnya. (dam)